Wednesday, August 18, 2010

Pertanyaan Untuk Sang Ketitir Yang Comel


sekarang hampir setiap hari engkau ke mari

bermain angin dan singgah ke hamparan rumput di halaman rumahku

sesekali sungguh nyaman dan merdu engkau bernyanyi

namun aku tahu di dalam hatimu itu

tentu ada hasrat yang berbunga-bunga bagai awan mekar di langit biru.


dari sisi jendela ketika kita tiba-tiba bertemu mata

meski pun jadi curiga dengan gerakku, engkau tetap mengutip taburan rezeki yang ada

di antara rumput-rumput yang di siram embun

yang sebentar lagi akan kering dijilat keras matahari

di bawah serakan daun-daun

yang gugur dirempuh putaran bilah-bilah cuaca

kini merumahkan segala ulat dan serangga entah apa namanya.


wahai, engkau ketitir yang comel tetapi liar

terus-teruslah kita curiga dengan taring dunia yang runcing ini

tetapi sungguh, ketitir yang comel marilah; marilah ke mari

ke tapak tanganku yang kasar, kering dan berselaput debu waktu

marilah ke mari sayangku, usahlah gusar

banyak sekali cerita yang ingin aku bisikkan ke hatimu

marilah walaupun sebentar, usahlah gentar

aku tidak punya senjata api untuk mencabut nyawa sesiapa

aku tidak punya kuasa untuk membangun istana kezaliman

aku tidak punya dinamit untuk membongkar jantung gunung ganang

aku tidak punya jentolak untuk mematahkan kaki-kaki alam

(aku hanya sepertimu, makhluk biasa yang tak upaya

kini diserang kesakitan, demam dan kebingungan)


wahai, engkau ketitir kecil yang comel tetapi penuh curiga

aku hanya ingin mengusap tubuhmu yang kecil molek itu

membelek nasib-nasib yang terlindung di celah-celah bulu pelepahmu

dan bertanya: bagaimana engkau mampu

menyonsong ribut kehidupan ini

tanpa pernah prasangka kepada tuhan?


Gurun Atakama, 7 Ramadan 2020.









p/s: Daging burung Ketitir tu kalau banyak, kalau buat inti karipap ke, samosa ke, mertabak ke, barangkali sedap juga agaknya yek..



8 comments:

jo said...

sakit-sakit pun masih punya banyak idea. wohaaa...

Don Balon said...

min,
ketitir koi tok pernoh la pulok ranggoh.. kala merpati tu biaser doh..
letih sembleh je weh...

Jejaka Desa said...

Kala de kampung dulu rajin juge koi mencari.Sekarang ni tak ande dah..Ngelit je nengok dia turun bermain

aripsamat.... said...

sang ketitir janganlah cuai...sang kucing sentiasa memerhatikanmu

Rajuna said...

ketitir macam tekukur je eh min?

Don Balon said...
This comment has been removed by the author.
Don Balon said...
This comment has been removed by the author.
pakcik kordi said...

koi igt aok yg nulih...hampisss!!!kakakah!